Klasifikasi Hazardous Area

Klasifikasi hazardous area adalah salah satu topik penting yang perlu dipelajari oleh seorang Process Engineer sebagai nilai tambah keahliannya. Mengapa Process Engineer ? Karena seorang Process Engineer mempunyai basis pemahaman yang baik mengenai keterkaitan dan pentingnya karakteristik zat-zat yang mudah terbakar selain memahami proses dan peralatan dalam suatu fasilitas produksi minyak & gas.

Dalam aplikasinya, klasifikasi hazardous area dilakukan secara spesifik oleh seorang Process Safety Engineer. Pekerjaan ini dapat dimulai ketika gambar P&ID dan plant layout sudah tersedia. Seringkali terjadi, klasifikasi ini dapat mempengaruhi juga plot pan sehingga diperlukan relokasi suatu unit/peralatan untuk menghindari penempatannya di hazardous area.

Definisi Hazardous Area

Hazardous area adalah suatu area dimana terdapat (atau mungkin terdapat) explosive gas atmosphere dengan kuantitas tertentu sehingga memerlukan perlakuan khusus saat konstruksi, instalasi, dan penggunaannya untuk mencegah bahaya kebakaran/ledakan. Adapun explosive gas atmosphere didefinsikan sebagai campuran udara dengan zat yang mudah terbakar , pada kondisi atmosfir, dalam bentuk gas, uap, serbuk, atau serabut yang setelah penyalaan akan menyebar dengan sendirinya.

Adapun Klasifikasi Hazardous Area (Hazardous Area Classification) merupakan suatu metode analisis dan klasifikasi suatu lingkungan (lokasi) dimana terdapat (atau mungkin terdapat) campuran explosive gas atmosphere.

Teori Segitiga Api

Proses terbentuknya nyala api dapat dijelaskan dengan teori segitiga api atau segitiga pembakaran berikut.

Terdapat 3 hal dasar yang harus dipenuhi untuk membentuk nyala api yaitu: zat yang mudah terbakar (fuel), Oksigen (biasanya dalam bentuk udara), dan sumber nyala (panas atau percikan). Tiga komponen ini harus berada dalam waktu yang bersamaan agar api atau ledakan dapat terjadi.

Jika salah satu sisi hilang, maka api tidak akan terbentuk. Jika salah satu sisi dihilangkan, maka api akan padam.

Sistem proteksi terhadap bahaya kebakaran dilakukan dengan cara mengeliminasi salah satu komponen di atas. Pada kondisi dimana terdapat suatu campuran explosive gas atmosphere, maka perlu dilakukan hal berikut:

  • eliminasi terbentuknya zat yang mudah terbakar di sekitar sumber nyala
  • eliminasi sumber nyala

Prinsip Dasar Peralatan Listrik tidak Menjadi Sumber Nyala

Kebakaran/ledakan dapat terjadi akibat adanya suatu sumber percikan dalam suatu campuran gas yang mudah terbakar. Dengan demikian lazim digunakan alat listrik yang tersertifikasi pada area tersebut untuk meminimalkan sumber percikan. Sumber percikan lainnya dapat berupa peralatan yang menggunakan baterai (handphone, radio, cd/mp3 players, remote control, dst), listrik statis, percikan dari peralatan listrik atau kawat listrik (missal motor dan generator), permukaan panas dari peralatan listrik atau kawat listrik (motor, transformer, solenoid valve), radiasi electromagnet yang kuat, dst.

Seringkali zat yang mudah terbakar dan oksigen sulit untuk dikontrol keberadaanya, sehingga satu-satunya hal yang dapat dilakukan adalah mencegah terjadinya sumber percikan yang dapat meminimalkan bahaya kebakaran.

Tujuan dari pemilihan peralatan listrik dan cara pemasangannya adalah untuk mengurangi bahaya peralatan tersebut pada tingkat yang masih dapat diterima. Cara yang utama adalah dengan menempatkan peralatan listrik diluar hazardous area. Jika hal ini tidak memungkinkan, perlu dilakukan pemilihan peralatan listrik khusus dan pemasangannya dengan teknik tertentu sehingga memenuhi persayaratan untuk dipasang di hazardous area. Prinsip dasarnya adalah memastikan agar peralatan listrik tidak menjadi sumber nyala/percikan atau tidak cukup panas untuk memicu terjadinya nyala api atau ledakan.

Klasifikasi Area

Klasifikasi area adalah suatu metode untuk analisis dan klasifikasi terhadap suatu area dengan mempertimbangkan gas group dan temperature classes untuk melakukan pemilihan dan pemasangan alat tersebut dengan aman. Alat listrik yang tersertifikasi mencantumkan beberapa parameter sbb:

  Zone/ Group System

Sistem klasifikasi yang banyak digunakan

di luar US dan Kanada

(IEC dan ATEX Standards)

 

Class/Division System

Sistem klasifikasi yang banyak digunakan

di US dan Kanada

(NFPA, NEC dan CEC)

 
Zone :

Menentukan probabilitas keberadaan hazardous material dalam jumlah yang cukup untuk menghasilkan campuran yang eksplosif atau mudah terbakar

Zone 0

Tempat dimana terdapat konsentrasi gas/uap yang mudah terbakar yang keberadaannya :

·         terjadi secara kontinyu.

·         terjadi dalam waktu yang lama pada operasi normal.

Contoh: ruang di atas cairan minyak dalam storage tank, pipa venting di storage pada saat filling.

Class I Division 1

Tempat dimana terdapat konsentrasi gas/uap yang mudah terbakar yang keberadaannya:

·         mungkin terjadi pada operasi normal.

·         kerap terjadi karena perbaikan/pemeliharaan.

 

 

 

 

 

Catatan:

Class II : debu yang mudah terbakar

Class III: serat atau flying matters yang mudah terbakar

Class : Menentukan jenis bahan yang mudah terbakar

 

Division : Kemungkinan hazardous material berada pada konstenstrasi yang mudah terbakar

Zone 1

Tempat dimana terdapat konsentrasi gas/uap yang mudah terbakar yang keberadaannya:

·         mungkin terjadi pada operasi normal.

·         mungkin terjadi karena perbaikan, pemeliharaan, atau kebocoran.

Contoh: area luar di sekitar peralatan berisi yang flammable liquid i.e. process area di sekitar vessel, pompa, dst

Zone 3

Tempat dimana konsentrasi gas/uap yang mudah terbakar yang keberadaannya :

·         tidak mungkin terjadi pada operasi normal

·         terjadi dalam waktu yang singkat

Division 2

Tempat dimana konsentrasi gas/uap yang mudah terbakar yang keberadaannya :

·         tidak mungkin terjadi pada operasi normal

·         terjadi dalam waktu yang singkat akibat kondisi yang abnormal

Group II :

Menentukan bahan berdasarkan karakteristiknya

Group IIC

Gas dengan MESG < 0.5 mm atau MIC<0.45, mis: Hydrogen, Acetylene, Carbon Disulphide

 

Catatan: Area IIC hanya dapat menggunakan peralatan tersertifikasi IIC

Group A

Acetylene

Group :

Penentuan zat berdasarkan derajat mudah terbakar atau tidaknya

Group B

Gas dengan MESG < 0.45 mm atau MIC < 0.4

Mis: Hydrogen, butadiene, ethylene oxide, propylene oxide

Group IIB

Gas dengan 0.5 mm < MESG < 0.9 mm atau 0.45<MIC<0.8, mis: Ethylene, Propylene Oxide, Ethylene Oxide, Butadiene, Cyclopropane, Ethyl Ether

 

Catatan: Area IIB dapat menggunakan peralatan tersertifikasi IIB dan IIC

Group C

Gas dengan 0.45<MESG < 0.75 mm atau 0.4<MIC <0.8

Mis: ethylene, cyclopropane, ethyl ether

Group IIA

Gas dengan MESG (maximum experimental safe gap) > 0.9 mm atau MIC (minimum igniting current ratio) > 0.8,

mis: Propane, Acetone, Benzene, Butane, Methane, Petrol, Hexane, Larutan Cat

 

Catatan: Area IIA dapat menggunakan peralatan tersertifikasi IIA, IIB, dan IIC

Group D

Gas dengan 0. MESG > 0.75 mm atau MIC > 0.8

Mis: propane, acetone, ammonia, benzene, butane, ethanol, gasoline, hexane, methanol, methane, naphta, natural gas, toluene

Temperatur : temperatur operasi maksimum pada permukaan peralatan yang tidak melebihi ignition temperature T1

450 degC

T1

450 degC

Temperatur : temperatur operasi maksimum pada permukaan peralatan yang tidak melebihi ignition temperature
T2

300 degC

T2

300 degC

T2A

280 degC

T2B

260 degC

T2C

230 degC

T2D

215 degC

T3

200 degC

T3

200 degC

T3A

180 degC

T3B

165 degC

T3C

160 degC

T4

135 degC

T4

135 degC

T4A

120 degC

T5

100 degC

T5

100 degC

T6

85 degC

T6

85 degC

Metode Proteksi ·         Intrinsically safe

·         Encapsulation “m”

·         Flame proof “d”

·         Increased safety “e”

·         Intrinsically safe “ib”

·         Oil immersion “o”

·         Powder filled “q”

·         Purged/pressurized “p”

·         Energy limited “nC”

·         Hermetically sealed “nC”

·         Non-sparking “nA”

·         Restricted breathing “nR”

·         Sealed device “nC”

 

·         Explosion prrof

·         Intrinsically safe

·         Hermetically sealed

·         Nonincendive

·         Non-sparking

·         Oil immersion

·         Sealed device

·         Purged/Pressurized

 

Metode Proteksi

Tabel 1 : Definisi Hazardous Area Classification dan perbandingannya antara sistem Class Division dan Zone

Beberapa contoh ilustrasi hazardous area ditampilkan dibawah ini:

Gambar 1 : Hazardous Location pada unit Oil Storage Tank (Class Div system )

Gambar 2 : Hazardous Location pada unit Stasiun Pengisian BBM (Zone system )

Gambar 3 : Hazardous Location pada unit Oil Storage Tank (Zone system )

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!